Pasal 34 ayat 1 UUD 45

Posted on Mei 4, 2010

0


Familiar dengan judul blog saya kali ini?

bagi mereka yang menghabiskan waktu sekolah apalagi di zaman orba, pasal 34 ini tentu sudah ada di dalam kepala. ya pasal yang berbunyi “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara” ini menggelitik perasaan saya. Sudahkah pasal ini dilaksanakan? atau hanya sekedar ayat dalam kitab yang lusuh?

Permasalahan sosial seperti pengamen, pengemis, anak jalanan dan pengasong merupakan masalah klasik di negeri ini. masalah yang sudah ada dari jaman purba namun belum juga bisa teratasi hingga detik ini. Janji pemerintah untuk mengurus fakir miskin dan anak terlantar hanya cukup jadi pengisi Undang-Undang Dasar. Yang lantas terjadi malah pemerintah menciptakan fakir-miskin dan anak terlantar baru dengan beberapa kebijakannya.

Lebih lucunya lagi, tindakan yang dilakukan aparat pemerintah berlawanan dengan makna pasal ini. Anda tentu sudah sering mendengar cerita ketika anak jalanan a.k.a anak terlantar diciduk dan diperlakukan kasar oleh aparat. Saya jadi mengira bagi mereka memelihara mungkin sama artinya dengan memukul dan menyiksa. bukan hal yang baru jika para anak terlantar ini dipukuli di markas aparat sana. Bukan hal yang baru pula jika para fakir miskin yang berusaha kecil-kecilan lantas tergaruk yang ujungnya selain dagangan dirampas juga harus membayar sejumlah uang pada yang berwenang.

Lucu, inikah makna memelihara fakir miskin dan anak terlantar di mindset pemerintah?

tulisan ini hanya sekedar luap emosi yang terpancing setelah menonton film ‘alangkah lucunya (negeri ini)’, film yang menyajikan ‘sekedar’ realitas sosial dan psikologis masyarakat. Namun sungguh bagi saya efek afektif dari rangkaian gambar yang tersiar cukup besar.

Posted in: Opini