Online PDA

Posted on Desember 23, 2009

1


PDA yang ini sama sekali bukan barang canggih yang memiliki kepanjangan Personal Digital Assistant itu. Tapi ini adalah tentang public display of affection alias memamerkan kemesraan di depan umum. Perilaku seperti ini memang kerapkali membuat risih orang yang melihat. Saya bukan orang yang konservatif atau sok suci ketika membuat posting yang satu ini. Karena saya pun kerapkali bergandengan tangan dengan pacar atau saling merangkul ketika sedang jalan berdua. Saya pun sebenarnya masih bisa bertoleransi asalkan para lovebirds itu tidak serta merta saling ber deep kiss di depan saya.

Tapi yang membuat saya risih sebetulnya bukan PDA di dunia nyata. Tapi PDA yang dilakukan di dunia maya, seperti di situs jejaring sosial. Bahkan saat ini di ranah twittermuncul istilah baru yakni TDA alias twitter display of affection.

Kehadiran facebook dan twitter sebagai sarana update status kerapkali membuat kawan-kawan di daftar teman saya benar-benar mempublish apa yang ada di hati dan pikirannya. Dari mulai marah-marah ngga karuan, menceritakan dia sedang dimana, lagi apa, bersama siapa bahkan hingga perasaan cinta teramat sangat pada pasangannya.  Nah yang terakhir ini lantas saya kategorikan sebagai online PDA.

Mengungkapkan perasaan cinta  memang bukan hal yang salah. Namun tentunya kita harus melihat tempat yang tepat untuk mengungkapkan segala perasaan yang meluap-luap itu. Mungkin kita akan merasa gengsi dan malu ketika harus meneriakkan kata ‘I Love You’ pada pasangan ditengah lapangan yang disesaki oleh lebih seribu orang apalagi jika memakai seperangkat soundsystem. Namun sebagian dari kita mungkin merasa nyaman-nyaman saja ketika mengucapkan seperangkat kalimat cinta di status facebook atau tweet plus dengan tag nama pasangan. Padahal esensinya sama saja. Mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya bersifat personal di ranah publik!

Online PDA juga bisa terjadi saat kita memilih mempublish foto-foto mesra dengan pasangan yang seharusnya menjadi konsumsi berdua. Perilaku yang satu ini juga membuat saya geleng-geleng kepala. Saya  sebenarnya menyenangi foto-foto untuk prewedding yang sering menawarkan kemesraan yang manis. Namun ketika melihat foto-foto ‘iseng’ kawan-kawan saya yang menunjukkan kemesraan berlebihan membuat saya jengah sendiri. Hell-o if u really want it just go get a room!

Menurut saya, letak persoalan kenapa kawan-kawan itu mau bereuforia dengan larutan rasa cinta di dunia maya adalah suatu anggapan bahwa internet tidak termasuk ranah publik. Dimana semua yang kita posting bisa menjadi konsumsi sekian ratus orang yang lantas akan menyebar ke sekian ribu orang lainnya. saya berasumsi demikian karena saya yakin mereka akan merasa malu untuk mengumbar cinta di depan umum. Bila ternyata asumsi saya salah well, mungkin memang teman-teman saya itu memiliki ruang privasi yang sangat longgar.

Namun tentu tingkat kerisihan PDA ini kadarnya berbeda-beda bagi setiap orang. Sama saja dengan perbedaan kultur yang bisa mempengaruhi tingkat toleransi PDA yang dilakukan di dunia nyata. Mungkin ada orang yang bisa menerima semua perilaku PDA tapi mungkin juga ada yang bersikeras jika PDA tak layak dilakukan.

Saat ini, PDA yang dilakukan di ranah online bisa jadi sama berbahayanya dengan PDA yang dilakukan di dunia nyata. Jika di dunia nyata, PDA bisa mengundang teguran maka PDA di dunia online bisa juga menjadikan kita bahan pembicaraan kawan-kawan hingga berdampak terhadap hubungan profesional.

Coba saja bayangkan, jika kita menulis status dengan penuh kata-kata cinta dan atau foto-foto mesra di situs jaringan sosial lalu postingan tersebut dibaca dan dilihat oleh guru, bos di kantor atau bahkan murid kita? Mereka bisa jadi memiliki image yang negatif tentang diri kita.

Apalagi jika kita sedang menunggu-nunggu panggilan kerja dari salah satu perusahaan. Bayangkan jika HRD perusahaan tersebut juga melakukan pelacakan ke halaman profil kita dan menemukan status berlebihan dan foto-foto over-mesra…Hmm, bukan hanya citra diri yang bisa hancur berantakan tapi juga kesempatan kerja yang melayang. FYI, metode pelacakan ke halaman profil kita bukan tidak mungkin dan memang sudah dilakukan di beberapa negara.

So guys…bijaksanalah jika bermesraan dengan menggunakan situs jejaring sosial.

-Love, MeO-

Posted in: Gaya Hidup