Sate Kambing Cipanas

Posted on Desember 28, 2009

0


Anda tentu sudah tahu cipanas-puncak bukan?? Daerah transit satu ini memang kerap dijadikan sebagi salah satu tempat wisata karena selain menawarkan udara pegunungan yang segar juga memiliki beberapa objek wisata yang menarik. Contohnya Cibodas dan Taman Bunga Nusantara. Tapi saya tidak akan membahas tentang tempat tempat wisata tersebut sekarang.

Cipanas memang tidak terlalu terkenal dengan wisata kulinernya. Tapi bukan berarti tidak ada tempat makan yang patut dicoba disana. Sekitar dua minggu yang lalu, saya dan keluarga memilih untuk makan di luar (kebetulan orang tua saya bertempat tinggal di sekitar cipanas). Menu yang kami buru saat makan di luar adalah sate. Tapi jangan dulu berpikir kami akan menyambangi restoran sate yang punya tiga (atau empat?) cabang itu.  Warung sate favorit kami ada di kawasan pos 55 alias di seberang kantor pos. Tapi sayang , si tempat sate favorit tidak berjualan saat itu.  Akhirnya kami sekeluarga memutuskan untuk mencari tukang sate lain. Dan pilihan dijatuhkan pada sebuah warung sate kaki lima di seberang Bank Mandiri. Tidak jauh dari belokan ke Balakang.

Seingat saya, setelah berbelas-belas tahun lamanya, baru kali itu saya kembali makan sate di tukang sate angkringan. Kebetulan menu yang tersedia hanya sate dan sop kambing. saya dan keluarga lantas memutuskan untuk mencoba sate kambing.

Kami menunggu cukup lama hingga sate kambing tersebut dihidangkan. Wajar juga sebetulnya, karena kami memang melihat proses pembuatan sate dari mulai mengiris daging, membuat sate hingga membakar. Serunya disini, karena dari awal kita bisa melihat prosesnya maka diperbolehkan juga untuk merequest tentang potongan daging. Tentu yang dimaksud bukan jumlah ya, tapi elbih pada komposisi daging dengan lemak daging.

Rasa Sate kambing angkringan di Cipanas ini sebetulnya tidak ada bedanya dengan yang sate kambing lain. Tapi bumbu satenya cukup berbeda di lidah. Bumbu sate disini dibuat lebih kental dan itu menimbulkan sensasi baru di lidah. Apalagi saya biasa memakan bumbu sate yang cukup encer.

Berbicara soal harga, bagi saya cukup mahal . Untuk makan empat orang ayah saya mengeluarkan Rp. 52.000 rupiah. Ini merupakan harga dari empat porsi nasi dan 25 tusuk sate. Secara kasar sih harga 1 tusuk sate disini adalah Rp. 1600,00. Tapi tenang daging di setiap tusuk sate ukurannya cukup besar kok jadi memakan 5 tusuk saja pasti sudah bisa mengenyangkan perut.

sudut angkringan

Ditandai: , , ,
Posted in: Kuliner, Review